Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia

Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia

– Sistem gerak pada insan tersusun atas rangka dan otot. Rangka merupakan alat gerak pasif yang tersusun atas tulang-tulang dengan aneka macam bentuk. Sedangkan otot merupakan alat gerak aktif.

Sistem gerak insan sanggup mengalami gangguan atau penyakit dan kelainan. hal tersebut sanggup disebabkan oleh beberapa faktor, contohnya kelainan semenjak lahir, lantaran makanan, kebiasaan yang salah, maupun jawaban kecelakaan. Sehingga hal itu sanggup menawarkan dampak negatif atau imbas fatal bagi kondisi tubuh. Oleh lantaran itu, alangkah baiknya kita mengetahui dan mengenal apa-apa saja gangguan dan kelainan itu.

Macam-macam bentuk gangguan (penyakit) pada sistem gerak manusia

Nah, adapun beberapa macam teladan gangguan dan kelainan terhadap sistem gerak insan ialah, sebagai berikut.

1. Artritis


Artritis merupakan penyakit sendi. Penderita penyakit ini memiliki tulang rawan sendi yang rusak. Kerusakan ini menjadikan sendi menjadi terasa sakit dan bengkok. Terkadang sendi yang terkena artritis tidak sanggup digerakkan. Salah satu bentuk artritis adalah rematik.

2. Fraktura (patah tulang)


Meskipun berpengaruh dan lentur, tulang-tulang dalam badan insan pun sanggup mengalami fraktura. Jika tulang patah tetapi kepingan ujung yang patah tidak menembus kulit, maka itu disebut dengan fraktura tertutup. Tetapi jikalau ujung tulang yang patah keluar menembus kulit, maka itu disebut dengan fraktura terbuka.

3. Kifosis


Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di kepingan dada ke arah belakang. Orang yang mengalami kelainan ini tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis sanggup disebabkan lantaran penyakit (misalnya penyakit TBC dan riketsia) atau jawaban kebiasaan yang salah.

4. Lordosis


Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebih ke arah depan di kepingan pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis sanggup disebabkan lantaran perut penderitanya yang terlalu besar (misalnya lantaran hamil atau kegemukan), riketsia, atau juga lantaran kebiasaan yang salah.

5. Skoliosis


Skoliosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis sanggup disebabkan oleh polio atau juga kebiasaan yang salah.

6. Osteoporosis


Osteoporosis terjadi lantaran kekurangan mineral. Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang sampaumur biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang menjadi kurang aktif dan masa tulang pun menjadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral menjadi ringkih dan gampang patah.

7. Riketsia


Riketsia terjadi lantaran kekurangan vitamin D yang membantu absorpsi kalsium dan fosfor dari darah sampai pengerasan tulang. Riketsia menjadikan tulang kaki membengkok. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak.

Nah, itulah artikel tentang “Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia”. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa imbas yang baik.

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari aneka macam sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:
Berbagai penyakit dan gangguan pada sistem gerak manusia