Godaan Yang Dilancarkan Setan Kepada Umat Manusia

Godaan Yang Dilancarkan Setan Kepada Umat Manusia Godaan Yang Dilancarkan Setan Kepada Umat Manusia

– Sebagai mana kita ketahui, setan merupakan salah satu makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pekerjaannya ialah mengajak menusia kepada perbuatan yang salah atau maksiat (melanggar perintah Allah atau melaksanakan apa yang dilarang-Nya) dan menciptakan insan lalai dalam mengejakan kebaikan maupun menegakkan kebenaran. Dengan demikian, setan ingin menjerumuskan insan ke dalam api neraka yang merupakan seburuk-buruknya daerah kembali bagi insan dan bagi makhluk Allah yang tidak taat kepada-Nya, bersamanya kelak. Oleh alasannya ialah itu, kita sebagai umat insan yang sadar dan sedang berguru untuk taat kepsda Allah dan mengharapkan kasih sayang dan surga-Nya kelak, maka harus senantiasa menghindari seruan atau godaan setan yang terkutuk.

Upaya setan dalam menjerumuskan insan kepada kesesatan

Nah, semoga kita tidak terjebak bujuk rayu setan, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu bagaimana upaya atau cara setan dalam menarik hati manusia, yakni sebagai berikut.

1. Membuat angan-angan sebagai perangkap untuk manusia

Setan akan berupaya sekuat tenaga untuk menyakinkan korbannya semoga mereka terperangkap angan-angan. Begitu kuatnya rayuan itu, sehingga insan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tertipu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu ialah sobat yang seburuk-buruknya.” (Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 38).

2. Membuat perbuatan maksiat terlihat Indah di mata manusia

Setan selalu menghiasi perbuatan maksiat semoga terlihat indah di mata manusia. Kemudian kebanyakan insan yang kurang akidah terlena dengan bisikan tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang menjadikan setan pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Setan itu menawarkan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh daerah lari dari padanya.” (Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 119-121)

3. Membuat insan lupa akan kematian (waktu kematian)

Pekerjaan setan sesudah berhasil menciptakan insan terperangkap angan-angan dan melihat indahnya maksiat, maka insan akan masuk kepada godaan setan yang menciptakan insan lupa akan ajalnya. Mungkin cukup banyak juga dari umat muslim dikala ini yang terlihat melupakan ajalnya. Terbukti pada akhlaq dan prilaku kehidupan beberapa umat muslim pada dikala ini yang bisa kita nilai sendiri, baik di lingkungan sekitar kita maupun di hampir banyak sekali daerah lainnya melalui media. Kehidupan dunia banyak kita jadikan gaya hidup untuk bersenang-senang sebagai tujuan utama di dalam hidup, sedangkan perintah Allah dan kehidupan berikutnya (akhirat), kita nomor sekiankan atau kita lupakan dan tidak mau peduli. Bagi kita yang mencicipi naik turunnya keimanan mungkin terkadang kita pun merasa seolah kematian masih jauh, seolah taubat masih bisa kita lakoni sebelum nafas hingga di kerongkongan. Kita seakan sangat yakin bahwa masih sempat bertaubat, padahal kita tidak tahu apakah esok pagi kita masih bisa hidup dan menjalani kehidupan menyerupai biasanya ataukah tidak.

4. Menunda taubat

Keterlenaan yang ditiupkan setan sesudah menciptakan insan lupa akan ajalnya, kemudian akan melahirkan keburukan selanjutnya, yaitu menunda taubat. Setan kemudian akan membisikkan pada diri kita untuk bertaubat esok hari, esok lusa, ahad depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Sehingga kita senantiasa bergelimang dengan dosa, untuk kemudian, hati kita menjadi pekat atau tertutup (sulit untuk merespon hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala).

Bahaya dari menunda taubat ialah dosa akan menumpuk, dan dosa tersebut akan membawa imbas yang jelek bagi hati. Ia akan menghitamkan, membutakan, bahkan mengakibatkan kematian hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sekali-kali tidak, bahwasanya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (Al-Qur’an surat Al-Muthaffifin ayat 14)

Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam berkata, bila seseorang melaksanakan satu dosa, terdapat satu titik hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, titik tersebut akan dihapuskan. Namun kalau dosa tersebut bertambah, bertambah pula titik hitamnya hingga menutupi hatinya. Itulah karat (ran) yang diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an.

Penyesalan orang yang menunda taubat tergambar dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Hingga apabila tiba kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata, ‘Ya Rabbku kembalikanlah aku, semoga saya berbuat amal yang saleh terhadap yang telah saya tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu ialah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding hingga hari mereka dibangkitkan.” (Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 99-100)

Pesan

Sungguh rugi insan yang menjajakan kenikmatan syahwat, cinta, dan keindahannya untuk ditukar dengan penyesalan yang tiada batas dan abadi di darul abadi kelak. Seharusnya kita sadari bahwa kehidupan di dunia ini tidaklah selamanya (hanya sebentar saja bila dibandingkan dengan kehidupan di darul abadi kelak) dan kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan yang fana atau menipu, contohnya saja ketika kemarin kita mendapat kesenangan, apakah kesenangan itu tetap bisa kita rasakan pada dikala kita menderita? Atau bisakah kita mencicipi kesenangan kemarin itu pada hari ini? Jawabannya tentu saja tidak. Bijaklah dalam kehidupan di dunia dengan berguru taat kepada Allah dan melawan godaan setan yang terus mencoba membisikkan keburukan-keburukan. Dengan demikian, kehidupan di dunia ini akan bisa kita lewati dengan baik dan kehidupan abadi di nirwana yang menyenangkan (insya Allah) akan kita raih.

Nah, itulah artikel tentang “Godaan Yang Dilancarkan Setan Kepada Umat Manusia”. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa imbas yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:
Usaha iblis dalam menciptakan seseorang terjerumus dosa